UA-65744699-2 Jangan Ngaku Penggemar Olahraga Ekstrim Kalo Belum Nyobain Ini ~ TRAVELING NUSANTARA

Selasa, 10 Maret 2015

Jangan Ngaku Penggemar Olahraga Ekstrim Kalo Belum Nyobain Ini


Kamu merasa dirimu berjiwa muda dan ‘berbahaya’, travelers? Well, kalo gitu pasti kamu nggak bakalan keder kalo ditantang buat nyoba aneka olahraga ekstrim berikut ini!

1. Mountain biking

Screenshot 2015-02-09 08.35.58
foto: rcpro.wordpress.com

Apa ada di antara kamu yang enggak bisa naik sepeda, travelers? Kalo iya, wah sayang sekali karena kamu udah pasti nggak bakalan bisa nyobain olahraga ekstrim yang satu ini. Meski tampaknya nggak bahaya-bahaya amat, ada beberapa pegunungan memiliki kontur terjal dan sudut kemiringan tebing yang curam bisa bikin kamu jatuh terpental dari sepeda dan babak belur. Kamu juga akan memerlukan sepeda khusus untuk mountain biking yang pasti beda jauh sama sepeda mini kamu di rumah. Selain itu, dibutuhkan ketrampilan khusus dan stamina prima untuk menjelajahi medan yang sering kali nggak bersahabat.

2. Panjat tebing

Screenshot 2015-02-09 08.41.44 
foto: pinpointproperties.com

Panjat tebing, atau yang istilah sononya adalah rock climbing, bukan jenis olahraga yang bisa dilakukan sembarang orang, travelers. Sebenarnya panjat tebing sendiri adalah bagian dari aktivitas pendakian. Tapi berhubung jalur pendakian nggak selalu ramah, kadang ada yang berkontur bebatuan dan sudut kemiringannya mencapai lebih dari 45 derajat, maka mendaki gunung dengan cara berjalan kaki nggak bisa dilakukan. Kamu harus menggunakan aneka peralatan dan menguasai beberapa teknik supaya bisa melalui medan yang ‘ganas’, dan diperlukan latihan selama bertahun-tahun agar kamu bisa menaklukkannya dengan sukses.

Bukan cuma kekuatan fisik, seorang pemanjat juga membutuhkan daya tahan, kelincahan, keseimbangan serta kontrol mental yang tinggi. Olahraga panjat tebing cukup populer di Indonesia dan menjadi salah satu cabang olahraga yang dilombakan dalam ajang tahunan Pekan Olahraga Nasional (PON).

3. Surfing

Screenshot 2015-02-09 08.45.10
foto: indosurflife.com

Olahraga menunggangi gelombang laut alias surfing memang tontonan yang menarik. Namun hanya mereka yang bermental baja sajalah berani mengambil resiko menaiki gelombang yang tingginya bisa mencapai 6,2 meter. Sama seperti cabang olahraga lainnya, dibutuhkan waktu bertahun-tahun agar peselancar alias surfer, si penunggang gelombang, mahir mendayung menuju gelombang dengan cepat dan mengendalikan papan surfingnya. Disebut sebagai olahraga ekstrem karena peselancar paling professional pun belum tentu mampu terhindar dari resiko tenggelam atau tertabrak peselancar lainnya.

Nggak perlu jauh-jauh ke Hawaii kalo mau belajar surfing, travelers. Beberapa pantai di Indonesia telah dinobatkan sebagai spot surfing terbaik oleh para peselancar internasional. Di antaranya Pantai Kuta di Bali dan sejumlah pantai terpencil di Kepulauan Mentawai. Kejauhan? Kalo gitu kamu datang aja ke Pantai Cimaja, Pelabuhan Ratu atau Pantai Plengkung di Banyuwangi yang juga termasuk dalam daftar lokasi surfing terbaik di Indonesia.

4. Parkour

Screenshot 2015-02-09 08.46.22
foto: gilasport.com

Kamu masih ingat kan twitwar antara Joe Taslim dan Pasha Ungu yang sama-sama mengklaim bahwa hobi mereka lebih keren, lebih super dan berkelas? Kalo Pasha membanggakan hobi balap motornya, Joe Taslim menganggap parkour lebih memacu adrenalin dan lebih keren. Trus adakah hubungan antara parkour dengan parkir?

Jawabannya : nggak ada, travelers. Parkour sejatinya adalah semacam aktivitas olahraga yang berakar dari latihan militer. Berlari, memanjat, melompat, berayun merupakan bagian dari parkour, tergantung medan yang musti kamu lalui untuk sampai di tujuan secepat mungkin. Ini karena parkour sengaja diciptakan sebagai olahraga yang memanfaatkan ruang-ruang sempit terbuka di perkotaan. Olahraga yang dicetuskan pertama kali oleh anak-anak muda Prancis di akhir tahun 1990-an ini juga dikategorikan sebagai olahraga ekstrim, karena para pelakunya sering kali naik ke gedung-gedung pencakar langit dan terjun bebas dari ketinggian.

5. Base jumping

Screenshot 2015-02-09 08.48.25
foto:measiamagazine.net

Ini dia cabang olahraga yang menempati peringkat pertama olahraga paling berbahaya di dunia! Para praktisinya mengatakan kalo BASE adalah akronim dari Building (gedung), Antena, Span (jembatan) dan Earth (bumi/tebing), merujuk kepada lokasi di mana cabang olahraga ekstrim ini biasa dilakukan. Atlet base jumping akan menjatuhkan atau melemparkan dirinya sendiri dari ketinggian, kemudian ia menarik parasut beberapa saat setelah jarak antara dirinya dan bumi cukup dekat. Singkatnya waktu pendaratan sering kali menjadi penyebab kematian para atlet base jumping, dan tercatat 248 atlet menemui ajal alias tewas sejak olahraga ini pertama kali diperkenalkan di tahun 1981.

Base jumping memang hampir mirip dengan skydiving, travelers. Bedanya, base jumping dilakukan di tempat-tempat di darat (tebing, tower/antena, jembatan, dll.). Sedangkan para skydivers harus naik pesawat sampe ketinggian tertentu sebelum melompat dan mengembangkan parasut mereka. Karena base jumping dilakukan di tempat-tempat umum dalam kota, olahraga ekstrim ini dilarang di beberapa negara dengan alasan mengganggu ketertiban, membahayakan keselamatan dan menyalahgunakan sarana publik.

Australia adalah salah satu negara yang melarang keras aktivitas base jumping. Sedangkan beberapa negara seperti Austria dan Norwegia memperbolehkan para atlet base jumping melompat di lokasi tertentu. Jembatan, dam dan gedung bertingkat dilarang digunakan sebagai arena base jumping. Namun para atlet boleh melakukannya di area pegunungan, misalnya di Pegunungan Kjerag Norwegia dan di beberapa titik sekitar Pegunungan Alpen.

Kalo kamu pilih olahraga ekstrim yang mana, travelers?

0 komentar :

Posting Komentar



Populer