Jangan Ngaku Penggemar Olahraga Ekstrim Kalo Belum Nyobain Ini
1. Mountain biking
foto: rcpro.wordpress.com
Apa ada di antara kamu yang enggak bisa naik sepeda, travelers? Kalo iya, wah sayang sekali karena kamu udah pasti nggak bakalan bisa nyobain olahraga ekstrim yang satu ini. Meski tampaknya nggak bahaya-bahaya amat, ada beberapa pegunungan memiliki kontur terjal dan sudut kemiringan tebing yang curam bisa bikin kamu jatuh terpental dari sepeda dan babak belur. Kamu juga akan memerlukan sepeda khusus untuk mountain biking yang pasti beda jauh sama sepeda mini kamu di rumah. Selain itu, dibutuhkan ketrampilan khusus dan stamina prima untuk menjelajahi medan yang sering kali nggak bersahabat.
2. Panjat tebing
foto: pinpointproperties.com
Bukan cuma kekuatan fisik, seorang pemanjat juga membutuhkan daya tahan, kelincahan, keseimbangan serta kontrol mental yang tinggi. Olahraga panjat tebing cukup populer di Indonesia dan menjadi salah satu cabang olahraga yang dilombakan dalam ajang tahunan Pekan Olahraga Nasional (PON).
3. Surfing
foto: indosurflife.com
Nggak perlu jauh-jauh ke Hawaii kalo mau belajar surfing, travelers. Beberapa pantai di Indonesia telah dinobatkan sebagai spot surfing terbaik oleh para peselancar internasional. Di antaranya Pantai Kuta di Bali dan sejumlah pantai terpencil di Kepulauan Mentawai. Kejauhan? Kalo gitu kamu datang aja ke Pantai Cimaja, Pelabuhan Ratu atau Pantai Plengkung di Banyuwangi yang juga termasuk dalam daftar lokasi surfing terbaik di Indonesia.
4. Parkour
foto: gilasport.com
Jawabannya : nggak ada, travelers. Parkour sejatinya adalah semacam aktivitas olahraga yang berakar dari latihan militer. Berlari, memanjat, melompat, berayun merupakan bagian dari parkour, tergantung medan yang musti kamu lalui untuk sampai di tujuan secepat mungkin. Ini karena parkour sengaja diciptakan sebagai olahraga yang memanfaatkan ruang-ruang sempit terbuka di perkotaan. Olahraga yang dicetuskan pertama kali oleh anak-anak muda Prancis di akhir tahun 1990-an ini juga dikategorikan sebagai olahraga ekstrim, karena para pelakunya sering kali naik ke gedung-gedung pencakar langit dan terjun bebas dari ketinggian.
5. Base jumping
foto:measiamagazine.net
Base jumping memang hampir mirip dengan skydiving, travelers. Bedanya, base jumping dilakukan di tempat-tempat di darat (tebing, tower/antena, jembatan, dll.). Sedangkan para skydivers harus naik pesawat sampe ketinggian tertentu sebelum melompat dan mengembangkan parasut mereka. Karena base jumping dilakukan di tempat-tempat umum dalam kota, olahraga ekstrim ini dilarang di beberapa negara dengan alasan mengganggu ketertiban, membahayakan keselamatan dan menyalahgunakan sarana publik.
Australia adalah salah satu negara yang melarang keras aktivitas base jumping. Sedangkan beberapa negara seperti Austria dan Norwegia memperbolehkan para atlet base jumping melompat di lokasi tertentu. Jembatan, dam dan gedung bertingkat dilarang digunakan sebagai arena base jumping. Namun para atlet boleh melakukannya di area pegunungan, misalnya di Pegunungan Kjerag Norwegia dan di beberapa titik sekitar Pegunungan Alpen.
Kalo kamu pilih olahraga ekstrim yang mana, travelers?
0 komentar :
Posting Komentar