Berada di ketinggian 2.263 mdpl, Bukit Sikunir diakui sebagai surga para pemburu matahari terbit. Pemandangan menakjubkan di atas bukit mampu membius jutaan pasang mata dengan keindahan sunrise-nya. Datang dan nikmatilah pengalaman tak terlupakaan mengejar matahari dengan menjelajahi Bukit Sikunir.
Indonesia beruntung memiliki deretan gunung yang menjadi tempat di mana wisatawan bisa menyaksikan bagaimana sang surya mulai menampakkan cahayanya. Tapi bagi kamu yang belum siap mendaki gunung namun tetap ingin menikmati sunrise, trekking ke Bukit Sikunir bisa menjadi pilihan.
Ya, Bukit Sikunir memang menjadi salah satu tempat populer bagi para pengejar matahari terbit. Mulai subuh di setiap harinya, kawasan Bukit Sikunir selalu dipadati mereka yang rela berjuang melawan cuaca dingin dan trek yang berliku.
Indonesia beruntung memiliki deretan gunung yang menjadi tempat di mana wisatawan bisa menyaksikan bagaimana sang surya mulai menampakkan cahayanya. Tapi bagi kamu yang belum siap mendaki gunung namun tetap ingin menikmati sunrise, trekking ke Bukit Sikunir bisa menjadi pilihan.
Ya, Bukit Sikunir memang menjadi salah satu tempat populer bagi para pengejar matahari terbit. Mulai subuh di setiap harinya, kawasan Bukit Sikunir selalu dipadati mereka yang rela berjuang melawan cuaca dingin dan trek yang berliku.
Bukit Sikunir sendiri terletak di sebuah desa terpencil, Desa Sembungan namanya. Minimnya rambu penunjuk jalan membuat banyak orang kesulitan menemukan lokasi tersebut. Namun bagi pecinta travelling sejati, kondisi ini justru dianggap sebagai tantangan tersendiri.
Dari Kota Wonosobo, pelancong harus menempuh perjalanan yang kebanyakan menanjak sepanjang 32 km ke arah utara. Tapi kalau kamu sudah berada di Dieng, maka hanya butuh waktu sekitar 30 menit untuk tiba di Desa Sembungan.
Kondisi kendaraan harus menjadi perhatian utama sebelum menuju Bukit Sikunir. Tak seperti kawasan wisata Dieng pada umumnya, jalanan menuju ke Bukit Sikunir tidak begitu mulus, masih banyak bagian yang berbatu dan banyak pasir, bahkan berlubang. Perjalanan yang dilakukan dini hari mengharuskan pengendara meningkatkan kewaspadaan mereka saat melalui jalur ini.
Meski begitu, keadaan jalanan ini menjadi tidak penting begitu pengunjung disambut gapura selamat datang di Desa Sembungan, tempat yang menjadi starting point untuk trekking ke Bukit Sikunir.
Di tengah hawa dingin yang menusuk hingga tulang, pelancong harus menyusuri dan mendaki jalan setapak dengan pepohonan di kanan kiri. Selama kurang lebih satu jam perjalanan, hanya lampu senter yang dibawa menjadi sumber penerangan.
Rasa lelah usai melewati trek yang lumayan menantang langsung sirna ketika sampai di puncak Bukit Sikunir. Lampu-lampu kecil dari rumah penduduk yang berada di kejauhan tampak cantik bagaikan kunang-kunang.
Secangkir kopi atau teh dengan mie instan panas yang dijual pedagang di puncak Bukit Sikunir ikut membantu mengembalikan energi yang terkuras usai trekking menuju tempat melihat terbitnya sang surya.
Makin pagi, awan-awan mulai menutupi puncak Bukit Sikunir, membuat pengunjung merasa seolah-olah berdiri di atasnya. Di ujung timur munculah semburat warna emas yang berpadu elok dengan birunya langit. Inilah momen-momen paling indah di Bukit Sikunir, yang mendapat julukan Golden Sunrise.
Sejauh mata memandang, hanya panorama menakjubkan yang membuat pengunjung tak henti-hentinya mengagumi ciptaan Tuhan. Ketika kabut mulai menghilang seiring menghangatnya sinar matahari, puncak Gunung Sumbing, Sindoro, Merapi dan Merbabu bisa terlihat jelas membuat para wisatawan kembali berdecak kagum.
Indonesia beruntung memiliki deretan gunung yang menjadi tempat di mana wisatawan bisa menyaksikan bagaimana sang surya mulai menampakkan cahayanya. Tapi bagi kamu yang belum siap mendaki gunung namun tetap ingin menikmati sunrise, trekking ke Bukit Sikunir bisa menjadi pilihan.
Ya, Bukit Sikunir memang menjadi salah satu tempat populer bagi para pengejar matahari terbit. Mulai subuh di setiap harinya, kawasan Bukit Sikunir selalu dipadati mereka yang rela berjuang melawan cuaca dingin dan trek yang berliku.
Mengejar Matahari Terbit ke Bukit Sikunir
Berada di ketinggian 2.263 mdpl, Bukit Sikunir diakui sebagai surga para pemburu matahari terbit. Pemandangan menakjubkan di atas bukit mampu membius jutaan pasang mata dengan keindahan sunrise-nya. Datang dan nikmatilah pengalaman tak terlupakaan mengejar matahari dengan menjelajahi Bukit Sikunir.Indonesia beruntung memiliki deretan gunung yang menjadi tempat di mana wisatawan bisa menyaksikan bagaimana sang surya mulai menampakkan cahayanya. Tapi bagi kamu yang belum siap mendaki gunung namun tetap ingin menikmati sunrise, trekking ke Bukit Sikunir bisa menjadi pilihan.
Ya, Bukit Sikunir memang menjadi salah satu tempat populer bagi para pengejar matahari terbit. Mulai subuh di setiap harinya, kawasan Bukit Sikunir selalu dipadati mereka yang rela berjuang melawan cuaca dingin dan trek yang berliku.
Cara menuju Bukit Sikunir
Nama Bukit Sikunir mungkin sudah tidak asing lagi di kalangan pecinta wisata alam, terutama bagi yang pernah plesiran ke kawasan wisata Dieng. Sayang, meski termasuk salah satu tujuan wisata populer di Jawa Timur, akses menuju Bukit Sikunir cukup sulit.Bukit Sikunir sendiri terletak di sebuah desa terpencil, Desa Sembungan namanya. Minimnya rambu penunjuk jalan membuat banyak orang kesulitan menemukan lokasi tersebut. Namun bagi pecinta travelling sejati, kondisi ini justru dianggap sebagai tantangan tersendiri.
Dari Kota Wonosobo, pelancong harus menempuh perjalanan yang kebanyakan menanjak sepanjang 32 km ke arah utara. Tapi kalau kamu sudah berada di Dieng, maka hanya butuh waktu sekitar 30 menit untuk tiba di Desa Sembungan.
Kondisi kendaraan harus menjadi perhatian utama sebelum menuju Bukit Sikunir. Tak seperti kawasan wisata Dieng pada umumnya, jalanan menuju ke Bukit Sikunir tidak begitu mulus, masih banyak bagian yang berbatu dan banyak pasir, bahkan berlubang. Perjalanan yang dilakukan dini hari mengharuskan pengendara meningkatkan kewaspadaan mereka saat melalui jalur ini.
Meski begitu, keadaan jalanan ini menjadi tidak penting begitu pengunjung disambut gapura selamat datang di Desa Sembungan, tempat yang menjadi starting point untuk trekking ke Bukit Sikunir.
Bukit Sikunir, The Golden Sunrise
Setelah tiba di Desa Sembungan, yang diklaim sebagai desa tertinggi di Pulau Jawa dengan ketinggian 2505 mdpl, kamu wajib membayar tiket masuk Rp 2.000 per orang.Di tengah hawa dingin yang menusuk hingga tulang, pelancong harus menyusuri dan mendaki jalan setapak dengan pepohonan di kanan kiri. Selama kurang lebih satu jam perjalanan, hanya lampu senter yang dibawa menjadi sumber penerangan.
Rasa lelah usai melewati trek yang lumayan menantang langsung sirna ketika sampai di puncak Bukit Sikunir. Lampu-lampu kecil dari rumah penduduk yang berada di kejauhan tampak cantik bagaikan kunang-kunang.
Secangkir kopi atau teh dengan mie instan panas yang dijual pedagang di puncak Bukit Sikunir ikut membantu mengembalikan energi yang terkuras usai trekking menuju tempat melihat terbitnya sang surya.
Makin pagi, awan-awan mulai menutupi puncak Bukit Sikunir, membuat pengunjung merasa seolah-olah berdiri di atasnya. Di ujung timur munculah semburat warna emas yang berpadu elok dengan birunya langit. Inilah momen-momen paling indah di Bukit Sikunir, yang mendapat julukan Golden Sunrise.
Sejauh mata memandang, hanya panorama menakjubkan yang membuat pengunjung tak henti-hentinya mengagumi ciptaan Tuhan. Ketika kabut mulai menghilang seiring menghangatnya sinar matahari, puncak Gunung Sumbing, Sindoro, Merapi dan Merbabu bisa terlihat jelas membuat para wisatawan kembali berdecak kagum.
0 komentar :
Posting Komentar